Obat Keputihan

No Comments on Obat Keputihan

Pengertian Keputihan

Keputihan dikalangan medis dikenal dengan istilah leukore atau fluor albus, yaitu keluarnya  cairan dari vagina yang berwarna putih. Leukore adalah semua pengeluaran cairan dari alat genetalia yang bukan darah tetapi merupakan manife stasi klinik berbagai infeksi, keganasan atau tumor jinak organ reproduksi. Pengertian lebih khusus keputihan merupakan infeksi jamur kandida pada genetalia wanita dan disebabkan oleh organisme seperti ragi yaitu candida albicans.


Keputihan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Keputihan normal dapat terjadi pada masa menjelang dan sesudah menstruasi, pada sekitar fase sekresi antara hari ke 10-16 saat menstruasi, juga terjadi melalui rangsangan seksual. Keputihan abnormal dapat terjadi pada semua alat genitalia (infeksi bibir kemaluan, liang senggama, mulut rahim, rahim dan jaringan penyangga, dan pada infeksi penyakit hubungan seksual).
Keputihan bukan merupakan penyakit melainkan suatu gejala. Gejala keputihan tersebut dapat disebabkan oleh faktor fisiologis maupun faktor patologis. Gejala keputihan karena faktor fisiologis antara lain :
  1. Cairan dari vagina berwarna kuning; 
  2. Tidak berwarna, tidak berbau, tidak gatal; 
  3. Jumlah cairan bisa sedikit, bisa cukup banyak Gejala keputihan karena faktor patologis antara lain : Cairan dari vagina keruh dan kental, Warna kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan, Berbau busuk, amis, dan terasa gatal, Jumlah cairan banyak

Penyebab Keputihan 

Keputihan bukan merupakan penyakit tetapi hanya suatu gejala penyakit, sehingga penyebab yang pasti perlu ditetapkan. Oleh karena itu untuk mengetahui adanya suatu penyakit perlu dilakukan berbagai pemeriksaan cairan yang keluar dari alat genitalia tersebut. Pemeriksaan terhadap keputihan meliputi pewarnaan gram (untuk infeksi jamur), preparat basah (infeksi trikomonas), preparat KOH (infeksi jamur), kultur atau pembiakan (menentukan jenias bakteri penyebab), dan pap smear (untuk menentukan adanya sel ganas).
Penyebab paling sering dari keputihan tidak normal adalah infeksi. Organ genitalia pada perempuan yang dapat terkena infeksi adalah vulva, vagina, leher rahim, dan rongga rahim. Infeksi ini dapat disebabkan oleh 

a. Bakteri (kuman) 

  • Gonococcus Bakteri ini menyebabkan penyakit akibat hubungan seksual, yang paling sering ditemukan yaitu gonore.Pada laki-laki penyakit ini menyebabkan kencing nanah, sedangkan pada perempuan menyebabkan keputihan.
  • Chlamydia trachomatis, Keputihan yang ditimbulkan oleh bakteri ini tidak begitu banyak dan lebih encer bila dibandingkan dengan penyakit gonore.
  • Gardnerella vaginalis, Keputihan yang timbul oleh bakteri ini berwarna putih keruh keabu-abuan, agak lengket dan berbau amis seperti ikan, disertai rasa gatal dan panas pada vagina. 

b.Jamur Candida

Candida merupakan penghuni normal rongga mulut, usus besar, dan vagina. Bila jamur candida di vagina terdapat dalam jumlah banyak dapat menyebabkan keputihan yang dinamakan kandidosis vaginalis. Gejala yang timbul sangat bervariasi, tergantung dari berat ringannya infeksi. Cairan yang keluar biasanya kental, berwarna putih susu, dan bergumpal seperti kepala susu atau susu pecah, disertai rasa gatal yang hebat, tidak berbau dan berbau asam. Daerah vulva (bibir genitalia) dan vagina meradang disertai maserasi, fisura, dan kadang-kadang disertai papulopustular. Keputihan akibat Candida terjadi sewaktu hamil maka bayi yang dilahirkan melalui saluran vagina pun akan tertular. Penularan terjadi karena jamur tersebut akan tertelan dan masuk kedalam usus. Dalam rongga mulut, jamur tersebut dapat menyebabkan sariawan yang serius jika tidak diberi pengobatan. Pada suatu saat jamur yang tertelan tadi akan menyebar ke organ lain, termasuk ke 
alat kelamin dan menimbulkan keputihan pada bayi perempuan. 

c. Parasit 

Parasit ini menimbulkan penyakit yang dinamakan trikomoniasis. Infeksi akut akibat parasit ini menyebabkan keputihan yang ditandai oleh banyaknya keluar cairan yang encer, berwarna kuning kehijauan, berbuih menyerupai air sabun, dan baunya tidak enak. Meskipun dibilas dengan air, cairan ini tetap keluar. Keputihan akibat parasit ini tidak begitu gatal, namun vagina tampak merah, nyeri bila ditekan, dan pedih bila kencing. Kadang–kadang terlihat bintik–bintik perdarahan seperti buah strawberry. Bila keputihan sangat banyak, dapat timbul iritasi di lipat paha dan sekitar bibir genitalia. Pada infeksi yang telah menjadi kronis, cairan yang keluarbiasanya telah berkurang dan warnanya menjadi abu–abu atau hijau muda sampai kuning. Parasit lain yang juga menyebabkan keputihan adalah cacing kremi. Cacing ini biasanya menyerang anak perempuan umur 2–8 tahun. Infeksi terjadi akibat sering bermain di tanah, atau penjalaran cacing dari lubang dubur ke alat genital. Keputihan akibat cacing kremi dasertai rasagatal, sehingga anak sering menggaruk genitalianya sampai menimbulkan luka.

d.Virus 

Keputihan akibat infeksi virus sering disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (VHS) tipe 2 dan Human Papilloma Virus(HPV). Infeksi HPV telah terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks, penis, dan vulva. Sedangkan virus herpes simpleks tipe 2 dapat menjadi faktor pendamping. Keluhan yang timbul pada infeksi VHS tipe 2 berupa rasa terbakar, nyeri, atau rasa kesemutan pada tempat masuknya virus tersebut. Pada pemeriksaan tampak gelembung–gelembung kecil berisi vesikel (cairan), berkelompok, dengan dasar kemerahan yang cepat pecah dan membentuk tukak yang basah. Kelenjar limfe setempat teraba membesar dan nyeri. Pada perempuan, penyakit ini dapat disertai keluhan nyeri sewaktu kencing, keputihan, dan radang di mulut rahim. Pencetus berulangnya penyakit ini adalah stres, aktivitas seks, sengatan matahari, beberapa jenis makanan, dan kelelahan. Penyebab lain keputihan selain infeksi (Dalimartha, 1999) antara lain: 

  • Benda asing dalam vagina Benda asing di vagina akan merangsang produksi cairan yang berlebihan. Pada anak–anak, benda asing dalam vagina berupa biji–bijian atau kotoran yang berasal dari tanah. Pada perempuan dewasa benda asing dapat berupa tampon, kondom yang tertinggal didalam akibat lepas saat melakukan senggama, cincin pesarium yang dipasang pada penderita hernia organ kandungan (prolaps uteri), atau adanya IUD pada perempuan yang ber-KB spiral. Cairan yang keluar mula–mula jernih dan tidak berbau. Tetapi jika terjadi luka dan infeksi dengan jasad renik normal yang biasanya hidup di vagina, keputihan menjadi keruh dan berbau, tergantung penyebab infeksinya. 
  • Penyakit organ kandungan, Keputihan juga dapat timbul jika ada penyakit di organ kandungan, misalnya peradangan, tumor ataupun kanker. Tumor, misalnya papiloma, sering menyebabkan keluarnya cairan encer, jernih, dan tidak berbau. Pada kanker rahim atau kanker serviks (leher rahim), cairan yang keluarbisa banyak disertai bau busuk dan kadang disertai darah.
  • Penyakit menahun atau kelelahan kronis, Kelelahan, anemia (kurang darah), sakit yang telah berlangsung lama, perasaan cemas, kurang gizi, usia lanjut,terlalu lama berdiri di lingkungan yang panas, peranakan turun (prolaps uteri), dan dorongan seks tidak terpuaskan dapat juga menimbulkan keputihan. Keputiohan juga berhubungan dengan keadaan lain seperti penyakit kencing manis (diabetes mellitus), kehamilan, memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen–progesteron seperti pil KB atau memakai obat steroid jangka panjang.
  • Gangguan keseimbangan hormon, Hormon estrogen diperlukan untuk menjaga keasaman vagina, kehidupan Lactobacilli doderleins, dan proliferasi (ketebalan) sel epitel skuamosa vagina sehingga membran mukosa vagina membentuk barier terhadap invasi bakteri. Dengan demikian tidak mudah terkena infeksi. Hal–hal diatas dapat terjadi karena dalam sel epitel vagina yang menebal banyak mengandung glikogen. Lactobacilli doderlein yang dalam keadaan normal hidup di vagina, akan memanfaatkan glikogen tadi selama pertumbuhannya dan hasil metabolismenya akan menghasilkan asam laktat. Timbulnya suasana asam laktat akan menyuburkan pertumbuhan Lactobacilli dan Corynebacteria acidogenic, tetapi mencegah pertumbuhan bakteri lainnya. Proses diatas akan mempertahankan pH vagina yang dalam keadaan normal memang bersifat asam, yaitu sekitar 3,5–4,5. Keluarnya mucus servix (lendir leher rahim) sehingga vagina tidak terasa kering juga dipengaruhi oleh stimulasi estrogen. Hormon estrogen yang dihasilkan oleh indung telur akan berkurang pada perempuan menjelang dan sesudah menopouse (tidak haid). Akibatnya dinding vagina menjadi kering, produksi glikogen menurun dan Lactobacilli menghilang. Keadaan tersebut menyebabkan menghilangnya suasana asam sehingga vagina dan uretra mudah terinfeksi dan sering timbul gatal. Akibat rasa gatal di vagina, maka garukan yang sering dilakukan menyebabkan terjadinya luka–luka yang mudah terinfeksi dan menyebabkan keputihan. Kekurangan atau hilangnya estrogen juga dapat diakibatkan dibuangnya kedua ovarium(indung telur) akibat kista atau kanker, atau karena radiasi (penyinaran) indung telur yang terserang kanker. Pada masa pubertas, remaja putri masih mengalami ketidakseimbangan hormonal. Akibatnya mereka juga sering mengeluh keputihan selama beberapa tahun sebelum dan sesudah menarche (haid pertama). 
  • Fistel di vagina, Terbentuknya fistel (saluran patologis) yang menghubungkan vagina dengan kandung kemih atau usus, bisa terjadi akibat cacat bawaan, cedera persalinan, kanker, atau akibat penyinaran pada pengobatan kanker serviks. Kelainan ini akan menyebabkan timbulnya cairan di vagina yang bercampur feses atau air kemih. Biasanya mudah dikenali karena bau dan warnanya 

Pencegahan keputihan 

a.Menjaga kebersihan, diantaranya: 

  • Mencuci bagian vulva (bagian luar vagina) setiap hari dan menjaga agar tetap kering untuk mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur; 
  • Saat menstruasi biasakan mengganti pembalut apabila sudah terasa basah dan lembab; 
  • Menggunakan sabun non parfum saat mandi untuk mencegah timbulnya iritasi pada vagina; 
  • Menghindari penggunaan cairan pembersih kewanitaan yang mengandung deodoran dan bahan kimia terlalu berlebihan, karena hal itu dapat mengganggu pH cairan kewanitaan dan dapat merangsang munculnya jamur atau bakteri;
  • Setelah buang air besar, bersihkan dengan air dan keringkan dari arah depan ke belakang untuk mencegah penyebaran bakteri dari anusmke vagina; 
  • Menjaga kuku tetap bersih dan pendek. Kuku dapat terinfeksi Candida akibat garukan pada kulit yang terinfeksi. Candida yang tertimbun dibawah kuku tersebut dapat menular ke vagina saat mandi atau cebok. 

b.Memperhatikan pakaian, diantaranya: 

  • Apabila celana dalam yang dipakai sudah terasa lembab sebaiknya segera diganti dengan yang kering dan bersih; 
  • Menghindari pemakaian pakaian dalam atau celana panjang yang terlalu ketat karena dapat meningkatkan organ kewanitaan; 
  • Tidak duduk dengan pakaian basah (misalnya: selesai olahraga dan selesai renang karena jamur lebih senang pada lingkungan yang basah dan lembab; 
  • Menggunakan pakaian dalam dari bahan katun karena katun menyerap kelembaban dan menjaga agar sirkulasi udara tetap terjaga. 

c.Mengatur gaya hidup, diantaranya: 

  • Menghindari seks bebas atau berganti–ganti pasangan tanpa menggunakan alat pelindung seperti kondom; 
  • Mengendalikan stres; 
  • Rajin berolahraga agar stamina tubuh meningkat untuk melawan serangan infeksi; 
  • Mengkonsumsi diit yang tinggi protein. Mengurangi makanan tinggi gula dan karbohidrat karena dapat mengakibatkan pertumbuhan bakteri yang merugikan; 
  • Menjaga berat badan tetap ideal dan seimbang. Kegemukan dapat membuat kedua paha tertutup rapat sehingga mengganggu sirkulasi udara dan meningkatkan kelembaban sekitar vagina; 
  • Apabila mengalami keputihan dan mendapatkan pengobatan antibiotik oral (yang diminum) sebaiknya mengkonsumsi antibiotik tersebut sampai habis sesuai dengan yang diresepkan agar bakteri tidak kebal dan keputihan tidak datang lagi; 
  • Apabila mengalami keputihan yang tidak normal segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan agar segera mendapatkan penanganan dan tidak memperparah keputihan. Menurut Dalimartha beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencegah keputihan antara lain : 
  1. Menjaga kebersihan organ genitalia. Salah satunya dengan mengganti pakaian dalam dua kali sehari. 
  2. Dalam keadaan haid atau memakai pembalut wanita, mengunakan celana dalam harus yang pas sehingga pembalut tidak bergeser dari belakang ke depan. 
  3. Cara cebok / membilas yang benar adalah dari depan kebelakang. Jika terbalik, ada kemungkinan masuknya bakteri atau jasad renik dari dubur ke alat genitalia dan saluran kencing. 
  4. Menghindari penggunaan celana dalam yang ketat atau dari bahan yang tidak menyerap keringat seperti nilon, serta tidak memakai celana yang berlapis–lapis atau celana yang terlalu tebal karena akan menyebabkan kondisi lembabdisekitar genitalia. Keadaan yang lembab akan menyuburkan pertumbuhan jamur. Usahakan memakai celana dalam dari bahan katun atau kaos. 
  5. Usahakan tidak memakai celana dalam atau celana orang lain. Karena hal ini memungkinkan terjadinya penularan infeksi jamur Candida, Trichomonas, atau virus yang cukup besar.

Obat Penyakit Keputihan Akut

Penyakit keputihan sebenarnya sudah umum terjadi pada wanita, karena di dalam vagina memang terdapat banyak cairan yang berguna dan bermanfaat bagi kelangsungan kesehatan vagina. Namun bila keputihan ini berlangsung secara tidak normal, hal itulah yang perlu diwaspadai. Untuk mengobati penyakit keputihan tersebut memang harus konsultasi dengan dokter spesialis. Tapi jika harus dokter laki-laki yang menangani, mungkionkah anda mau? tentu tidak bukan.

Kini penyakit keputihan akut mampu diobati dengan obat herbal ace maxs. Obat herbal ace maxs adalah perpaduan kulit manggis dan daun sirsak yang berkhasiat merecovery sel-sel yang rusak dalam tubuh sehingga menyembuhkan penyakit seperti keputihan akut ini.
Untuk harga dan cara pemesanan ace maxs berikut ini:

Jika anda berminat silahkan lakukan pemesanan dengan format seperti di bawah ini :

APLA : Jumlah pesanan : Nama : Alamat : No.Tlp/Hp

Kirim ke  0813 3034 7565

Contoh :
APLA : 1 Botol : Kamila  : Jl Raya Darmo No. 117 Surabaya : 085223114xxx
Kirim ke  0813 3034 7565
(APLA merupakan kode produk yang wajib anda cantumkan dalam setiap pemesanan untuk mempermudah pelayanan kami)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *