Jamur | Tidak Hanya Sekedar Nikmat

No Comments on Jamur | Tidak Hanya Sekedar Nikmat

Saat ini terdapat 2.500 jenis jamur yang tumbuh di dunia. Sebagian dimanfaatkan untuk keperluan kuliner dan sebagian lagi digunakan untuk tujuan pengobatan.

Shu zhi atau jamur pohon (Maitake)mempunyai banyak sebutan antara lain Ling zhi (Cina), reishi (Jepang) atau yeongji (Korea)
Penguasa alam semesta sungguh sangat murah hati, telah memberkahi kita tanaman jamur, yang dapat digunakan sesuai kebutuhan kita. Jamur liar Chanterelle, King Boletus, dan Morelle adalah sejenis jamur yang menyenangkan lidah orang Eropa, dan menambah sentuhan keanggunan dan cita rasa hidangan. Tapi ada dua jenis jamur yang paling sering digunakan sebagai obat, diantaranya jamur Reishi atau Ling Zhi, dan Maitake.
Sebenarnya jamur ini sering kita temukan dipangkal pohon seperti pohon kelapa tua, pohon pohon yang tua yang sudah roboh, masih banyak lagi .Sayangnya kita kurang pengetahuan tentang manfaat dan khasiatnya, paling paling hanya dibuat hiasan karena jamur Ling Zhi sangat keras dan tahan lama.
Efek penyembuhan luar biasa banyak dikaitkan dengan Reishi Merah (Ganoderma Lucidum) selama berabad-abad.
Reishi telah digunakan di Jepang dan Tiongkok selama lebih dari 2.000 tahun sebagai obat. Jamur ini dihidangkan untuk kaisar dan keluarga kerajaan sejak zaman kuno dan telah dianggap sebagai ramuan alam yang langka dan bermanfaat. Kategori “superior” dalam Shen Nung Ben Cao Jing, kitab medis tertua dan paling terkenal di Pengobatan Herbal Oriental, menempatkan Reishi merah pada posisi lebih tinggi dari pada ginseng karena khasiatnya sebagai berikut:
1. Tidak beracun dan dapat di konsumsi setiap hari tanpa efek samping.
2. Bila diminum secara teratur, dapat memulihkan tubuh seperti kondisi aslinya, memungkinkan semua organ berfungsi secara normal.
3. Pengatur imun – mengatur dan menyelaraskan sistem kekebalan tubuh.
Reishi merah mengandung karbohidrat kompleks yang disebut polisakarida larut air, triterpeniods, protein, dan asam amino. Para peneliti telah mengidentifikasi bahwa polisakarida larut air merupakan unsur paling aktif dalam reishi merah yang bermanfaat sebagai anti-tumor, mengatur kekebalan tubuh, dan penurun tekanan darah.
Bahan lain yang aktif dalam reishi merah adalah triterpene, yang disebut dengan asam ganoderic. Studi awal menunjukkan bahwa asam ganoderic membantu meringankan alergi umum dengan menghambat pelepasan histamin, meningkatkan utilisasi oksigen, dan fungsi hati. Triterpenes berasa pahit. Jumlah kandungan triterpene dalam suatu produk dapat diketahui dari tingkat kepahitannya.
Mengonsumsi jamur secara teratur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlancar sirkulasi darah, sehingga menambah kualitas kesehatan. Secara umum, reishi direkomendasikan sebagai adaptogen (substansi yang membantu tubuh beradaptasi dengan stres), pengatur kekebalan tubuh, dan tonik umum. Jamur ini juga digunakan untuk mengurangi kegelisahan, tekanan darah tinggi, hepatitis, bronchitis (radang cabang tenggorokan), insomnia, dan asma.
Pendorong imunitas tubuh ini juga dapat mencegah dan mengobati kanker, memungkinkan sel T (bagian dari sel darah putih) untuk melawan sel-sel kanker dengan lebih efektif. Jamur dapat membantu tubuh melawan kanker tidak hanya dengan satu cara namun empat cara. Untuk menambah sistem kekebalan tubuh, glukan dalam reishi membantu sel imun mengikat sel tumor. Banyak ahli percaya bahwa kondisi tersebut sebenarnya mengurangi jumlah sel-sel kanker, sehingga memudahkan sel T dan makrofag untuk membersihkan tubuh.
Substansi lain di Reishi yang disebut canthaxanthin dapat memperlambat pertumbuhan tumor, menurut buku Prescription for Dietary Wellness karangan Phyllis A. Balch dan ahli lainnya.
jamur Ling Zhi dibudidayakan layaknya jamur tiram
Jamur obat Maitake merupakan  sumber makanan yang baik lainnya. Dia mampu memerangi kanker, menyeimbangkan gula darah dan memiliki manfaat lainnya. Maitake (Grifola frondosa) berisi grifolan, suatu polisakarida beta-glukan yang penting (molekul yang terdiri dari banyak molekul gula yang dihubungkan bersama). Grifolan telah menunjukkan dapat mengaktifkan makrofag, sejenis sel yang dianggap sebagai ‘artileri berat’ dari sistem kekebalan tubuh,” jelas Larry A. Walker, Ph.D., RD, penulis Natural Products Update, diterbitkan dalam Drug Topics, Juni 1997. Fraksi D, salah satu polisakarida dalam jamur Maitake, juga memberikan energi pada sel kekebalan tubuh.
Bukti yang menyatakan nilai penyembuhan maitake, baik di dalam maupun di luar laboratorium, sangat mengesankan. Laboratorium kanker yang meneliti tikus telah menunjukkan bahwa ekstrak maitake dapat memblokir pertumbuhan tumor kanker dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Haroaki Nanba melaporkan temuan dari studi berikut dalam fraksi D Maitake: Maitake D-fraction: healing and preventing potentials for cancer, yang diterbitkan dalam Townsend Letter for Doctors and Patients, Februari / Maret 1996.
Dalam sebuah studi klinis non-acak, 165 orang penderita kanker tingkat lanjut diberi fraksi D maitake. Pasien mengonsumi fraksi D maitake saja atau bersama dengan kemoterapi. Jamur Maitake ditemukan efektif melawan leukemia dan kanker perut dan tulang. Kemampuan ini bertambah saat D-fraksi maitake dan kemoterapi digunakan bersama-sama. Individu yang mengonsumsi maitake D-fraksi juga terhindar dari efek samping kemoterapi, seperti kehilangan nafsu makan, muntah, mual, rambut rontok, dan kekurangan sel darah putih.
Produsen Herbal terkenal seperti H2O ( PT.Hidup Harmoni Optimis Internasional ) juga menggunakan bahan baku jamur Ling zhi untuk produk herbal tea andalannya ” Mr. TEA “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *